Usaha Yang Bisa Dilakukan untuk Mendapatkan Penghasilan Pasif

Usaha Yang Dilakukan untuk Mendapatkan Penghasilan Pasif

Lens Inc – Sekarang ini banyak hal yang dapat dilakukan untuk mendapatkan penghasilan. Baik itu dari pekerjaan utama maupun penghasilan sampingan. Penghasilan tambahan dari usaha sampingan bisa menjadi penghasilan pasif jika kamu menghasilkan pendapatan bahkan saat kamu tidur.

Mendapatkan penghasilan tambahan bisa pula dilakukan secara aktif. Artinya, kamu harus mendapatkannya dengan bekerja. Kamu tidak bisa mendapat penghasilan tambahan ini jika hanya tidur.

Cara mendapatkan uang 100 juta dalam 1 hari terkesan menjadi hal yang mustahil jika hanya mengandalkan usaha sampingan. Akan tetapi, penghasilan dari pekerjaan ini bisa dibilang lumayan bahkan bisa menyaingi penghasilan dari pekerjaan utama.

Perbedaan Penghasilan Aktif dan Penghasilan Pasif

Sebenarnya ada 3 kategori penghasilan yang perlu kamu ketahui. Ketiganya dibedakan berdasarkan keterlibatan atau apa yang kamu kerjakan untuk menghasilkan pendapatan.

1. Pendapatan Super Aktif

Super active income atau pendapatan super aktif didapatkan dari pekerjaan yang membutuhkanmu sebagai tenaga operasional.  Penghasilan ini cenderung buruk untuk jangka waktu panjang. Pasalnya, pekerjaan yang menghasilkan super active income ini biasanya dilakukan orang yang belum menikah dan tidak terlalu banyak kebutuhannya. 

Atau dilakukan pada saat kamu ingin mengumpulkan modal usaha yang ditujukan untuk jangka waktu panjang. Contoh pekerjaan yang menghasilkan penghasilan super aktif antara lain guru, dokter, pengacara, konsultan, karyawan, dan lain sebagainya. Termasuk penghasilan seorang pengusaha yang bekerja sendiri.

2. Pendapatan Aktif

Jika pendapatan super aktif dihasilkan dari peranmu sebagai tenaga operasional, pendapatan aktif berkebalikan. Ini tidak membutuhkan kamu sebagai tenaga operasional. Peranmu di sini sebagai perencana strategi dan pengembangan usaha.

Pekerjaan yang kamu lakukan biasanya adalah dalam hal membuka cabang baru, membeli kebutuhan karyawan, dan menambah karyawan. Intinya, pekerjaanmu terkait sebagai penunjang dan pengembang suatu bisnis. Contoh pekerjaan yang mendapatkan penghasilan aktif adalah manajer. Ini cocok untuk menunjang kebutuhanmu dalam jangka panjang.

3. Pendapatan Pasif

Pendapatan pasif dihasilkan dari pekerjaan yang tidak membutuhkan kerja keras secara fisik. Pendapatan akan datang sendiri seiring berjalannya waktu.

Contoh penghasilan pasif misalnya saja pendapatan yang kamu terima jika kamu memiliki kontrakan atau kamar kost yang disewakan. Penghuni kost dan kontrakan secara teratur membayar biaya sewa yang menjadi penghasilan pasif bagimu.

Atau jika kamu seorang penulis buku yang dipublikasikan. Pendapatan royalti atas penjualan buku karyamu akan menjadi penghasilan pasif

Cara Mendapatkan Penghasilan Tambahan

Sumber penghasilan pasif bukan menjadi hal yang mustahil saat ini. Beragam pekerjaan sampingan tersedia dan tidak memerlukan usaha lebih. Beberapa di antaranya mungkin hanya membutuhkan kuota internet dan ponsel pintar saja. 

Semua bergantung pada kemampuan kamu untuk mencari ide. Bahkan hanya dengan menggunakan aplikasi tertentu secara rutin saja, kamu dapat menghasilkan tambahan uang jajan. 

1. Menjadi Seorang Freelancer

Menjadi seorang freelancer artinya kamu menjual kemampuan dan skill yang kamu punya. Menjadi freelancer pun banyak jenis jobdesk yang dapat kamu pilih. Misalnya saja kamu memiliki kemampuan dalam menulis, bisa menjual jasa menulis artikel atau berita di sebuah platform atau blog milik sendiri.

Jika kamu jago dalam mendesain dan edit foto atau video, tawarkan kemampuan desainmu untuk membuat logo, edit foto dan video serta jasa lain yang berkaitan. Ini menjadi salah satu sumber penghasilan tambahan secara aktif.

Di masa pandemi seperti sekarang ini, tidak sulit untuk menemukan proyek freelancing di internet. Untuk beberapa platform lokal pun dapat kamu coba. Yang terpenting, jika kamu bermain di dunia freelancing adalah asah terus kemampuan yang sudah kamu miliki, karena beberapa klien mungkin akan mengajukan permintaan yang “aneh” padamu.

2. Bisnis Online

Aplikasi belanja online banyak digunakan terutama selama pembatasan yang diberlakukan pemerintah guna menekan laju penularan Covid-19. Ini tentu menjadi peluang yang sangat menjanjikan buat kamu untuk mencoba berbisnis online.

Produk yang kamu jual di awal mungkin tidak akan sebanyak seller lain yang sudah lama memulai bisnisnya. Akan tetapi, hal ini bisa kamu siasati. Pilihlah produk yang banyak orang cari. Bisa mulai dari baju, celana, parfum, sampai skincare. 

Utamakan kualitas dan kepuasan pelanggan. Jangan sampai toko yang kamu rintis mendapatkan rating jelek dari pelanggan. Ini akan sangat berdampak pada penjualan kamu di masa mendatang. 

3. Menjadi Youtuber

Bagi kamu yang memiliki keahlian memasak dan edit video, bisa mencoba profesi Youtuber. Ini menjadi cara mendapatkan penghasilan tambahan serta menyalurkan hobi. Tidak hanya memasak, kamu yang jago bermake-up pun dapat mencoba pekerjaan satu ini. 

Untuk menjadi Youtuber, modal awal yang sangat kamu perlukan adalah kemampuan edit video. Ini karena di awal kamu tidak bisa menyewa editor untuk mengedit videomu selalu. Untuk konten yang dapat kamu pilih bisa apa saja. 

Selain memasak dan make up, kamu juga bisa memilih konten menyanyi, menggambar, mix and match outfit, review produk, dan lain sebagainya.

Investasi sebagai sumber penghasilan pasif

Investasi akan memberikanmu pendapatan bahkan saat kamu tidur. Penghasilan pasif dari bunga atau keuntungan investasi didapat tiap periode waktu tertentu. Ada beragam instrumen keuangan yang dapat kamu pilih untuk berinvestasi.

Instrumen keuangan yang dimaksudkan antara lain reksa dana, deposito, saham, obligasi, dan lain sebagainya. Semuanya memiliki risiko yang sebanding dengan besaran pengembalian yang ditawarkan. 

Strategi yang dapat kamu coba adalah dengan sistem portofolio. Maksud dari portofolio adalah kamu memiliki beberapa instrumen keuangan sekaligus. Ini dapat memperbesar keuntungan apabila kamu memiliki manajer investasi. 

Untuk kamu pemula, bisa mencoba berinvestasi di pasar uang terlebih dahulu sebelum di pasar modal. Ini karena investasi di pasar uang memiliki risiko yang relatif lebih kecil dibandingkan investasi di pasar modal yang fluktuasinya sangat cepat.

1. Investasi Emas

Investasi emas memiliki risiko yang sangat rendah. Emas dianggap sebagai asset safe haven karena tidak akan turun nilainya di tengah gejolak pasar keuangan yang bisa kapan saja terjadi.

2. Trading

Selain emas, ada pilihan trading yang dapat kamu coba. Trading yang banyak dikenal orang adalah trading forex. Forex sendiri merupakan pasar valuta asing yang setiap harinya terjadi pertukaran mata uang antar negara. Kamu akan mendapatkan keuntungan saat menjual mata uang suatu negara saat harganya lebih tinggi dibandingkan harga saat kamu membelinya.

3. Investasi Properti

Investasi lain yang biasanya ditekuni adalah properti. Properti yang dapat kamu investasikan antara lain tanah dan bangunan. Untuk keduanya dapat kamu sewakan. Misalnya saja, kamu membangun kontrakan atau kost untuk disewakan. Tanah kosong pun dapat kamu sewakan untuk membuka usaha misalnya. 

Tanah dan bangunan merupakan aset yang dapat dilihat secara fisik seperti emas. Keduanya memiliki risiko yang relatif rendah pula. Untuk tanah bahkan tidak ada biaya penyusutan seperti aset lain.