Definisi Mata Uang Crypto

Apa Definisi Mata Uang Crypto

Lens Mata uang crypto atau umum kita ketahui dengan cryptocurrency yakni sebuah mata uang yang benar-benar populer dan banyak digunakan untuk transaksi komputerisasi dalam beberapa tahun terakhir.

Seandainya kita bedah, kata cryptocurrency berasal dari kata cryptography yang bisa di artikan sebagai kode rahasia dan kata currency yang berarti mata uang. Disini dapat kita simpulkan bahwa mata uang kripto yakni mata uang virtual yang terlindungi oleh kode-kode rahasia.

Sejarah Crypto

Sejarah kripto pada mulanya, masih dianggap sebagai mata uang alternatif dan belum dibatasi oleh hukum pemerintah. Mata uang kripto diciptakan dari serangkaian kode-kode digital atau blockchain. Sebab dibuat dari kode-kode komputerisasi, maka mata uang ini tak mempunyai bentu secara jasmaniah. Mata uang crypto betul-betul susah untuk dilacak pemiliknya dan juga tak dapat di gandakan. Penerapan dan tempat penyimpanan dari mata uang kripto juga berbeda dari mata uang biasa

Apa Itu Mata Uang Crypto

Dikabarkan dari website Investopedia, mata uang kripto sendiri yaitu mata uang komputerisasi yang keamanannya dijamin dengan memakai kriptografi, hal ini membuat segala transaksi yang dikerjakan hampir tak mungkin dapat digandakan atau dipalsukan.

Simpelnya, mata uang crypto yaitu tipe mata uang yang memiliki sekumpulan sandi-sandi rumit yang berkhasiat untuk menjaga keamanan data transaksi dari mata uang komputerisasi ini.

Penerapan teknologi kriptografi membuat para pengguna mata uang kripto cukup sulit untuk dimanipulasi dan data tak bisa dipalsukan.

Cryptocurrency adalah sebuah jaringan yang terdesentralisasi oleh teknologi blockchain. Jikalau di ibaratkan, Blockchain merupakan sebuah teknologi yang menyerupai buku besar yang terdistribusi oleh jaringan komputer yang berbeda.

Fakta Menarik Mata Uang Crypto

Pada tahun 1980-an, mata uang kripto memiliki konsep yang mengacu kepada Money Crashers. Kala itu, ada seorang matematikawan sekaligus ilmuwan komputer Amerika yang bernama David Chaum yang menemukan sebuah algoritma khusus yang kemudian dibuat sebagai dasar dari enkripsi transfer data sampai saat ini.

Lalu selanjutnya Ia mengembangkan penemuannya itu sampai pada era 90-an dan menjadi cikal bakal DigiCash sebagai mata uang komputerisasi kala itu. Melainkan, penemuan kreatif ini mengalami kegagalan. Meski seperti itu, penemuannya ini mempunyai peran penting dalam perkembangan mata uang kripto berikutnya.

Lalu beberapa tahun kemudian, Wei Dai, seorang insinyur perangkat lunak sukses menjadikan B-Money. Dikutip dari website The Balance, B-Money mempunyai konsep mata uang dan sistem yang jauh lebih rumit dan modern dari mata uang DigiCash. Sama seperti DigiCash, mata uang komputerisasi ini juga mengalami kegagalan dalam perkembangannya.

Masuk pada awal era 2000-an muncul perusahaan yang bergerak dibidang keuangan merupakan Paypal yang juga bertingkah sebagai perantara keuangan komputerisasi yang masih eksis hingga kini.

Sistem Kerja Mata Uang Crypto

Cryptocurrency mempunyai tiga hal yang betul-betul erat dengan cara kerja mata uang kripto, yaitu enkripsi, desentralisasi, dan komputerisasi.

Hal ini menandakan mata uang kripto berbeda dengan mata uang konvensional seperti Euro, Dollar Amerika, maupun Rupiah Indonesia. Mata uang ini tidaklah dikeluarkan oleh otoritas sentra atau negara manapun di dunia, yang mewujudkan mata uang ini secara teori kebal kepada manipulasi dan campur tangan pemerintah.

Oleh karenanya, tugas dalam mengelola dan mengendalikan lajur transaksi mata uang kripto sepenuhnya ada di tangan pengguna mata uang ini lewat jaringan dunia online.

Mata Uang Kripto Pertama

Bitcoin yaitu mata uang crypto pertama. Prinsip kerjanya telah dijelaskan pada tulisan yang berjudul \”Bitcoin: Cara Uang Elektronik Peer to Peer\” yang ditulis oleh Satoshi Nakamoto di website website bitcoin.org.

Satoshi Nakamoto sudah mendeskripsikan sebuah proyek ini sebagai cara pembayaran transaksi elektronik yang berlandaskan dengan bukti kriptografi, bukan hanya kepercayaan saja.

Bukti transaksi dengan memakai kriptografi hal yang demikian ada dalam format transaksi yang sudah dicatat dan diverifikasi oleh program yang bernama blockchain.

Jenis Mata Uang Crypto

Ada beberapa hal yang seharusnya untuk kau diketahui jika kamu beratensi untuk melaksanakan jual-beli mata uang kripto, salah satunya yakni variasi mata uang kripto. Ada banyak variasi mata uang crypto terbaru yang diperdagangkan di dunia dikala ini.

Namun sayangnya, di sebagian negara masih belum sepenuhnya memakai mata uang ini untuk bertransaksi. Padahal mata uang kripto dianggap dapat menjadi mata uang digital yang dapat diterapkan untuk pembayaran, tapi, buktinya belum semua negara menerima eksistensi cryptocurrency sebagai alat pembayaran yang resmi.

Namun sejauh ini, El Savador adalah salah satu negara yang sudah memberlakukan mata uang kripto untuk diterapkan sebagai alat pembayaran.

Di Indonesia telah tercatat kurang lebih 229 aset investasi mata uang kripto yang teregistrasi di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditas atau Bappebti.

Berikut ini adalah jenis mata uang crypto yang populer dan mempunyai kapitalisasi pasar yang cukup besar, merupakan:

Bitcoin

Ethereum

Cardano

Binance coin

Litecoin

Dogecoin

Masing-masing dari tiap aset crypto mempunyai sifat dan karakteristiknya yang unik. Jika figur Bitcoin (BTC), mata uang kripto ini merupakan mata uang kripto yang mempunyai valuasi pasar terbesar yang ada di dunia. Dengan total valuasi pasar yang dimiliki oleh BTC menempuh $671,78 miliar atau hampir sepadan dengan Rp 9.673,63 triliun (pada kurs Rp. 14.400).

Pada urutan kedua diduduki oleh Ethereum (ETH). ETH sendiri adalah sebuah software berbasis blockchain yang bisa diakses secara bebas.

Aplikasi yang berbasis blockchain ini mempunyai aset mata uang kripto yang ketika ini kita ketahui dengan Ether (Ethereum). Perangkat ini sendiri dihasilkan sebagai upaya memperluas penerapan blockchain di luar dari BTC itu sendiri dan bisa dipergunakan sebagai aplikasi yang jangkauannya lebih luas.

Kalau Bitcoin mempunyai jumlah yang terbatas, lain halnya dengan ETH, ETH jumlahnya tak terbatas. Tidak artikel ini ditulis, ETH mempunyai valuasi sekitar Rp. 29,396,136.86 per 1 ETH.

Resiko Trading Crypto

Salah satu resiko trading kripto yaitu valuasi BTC dan koin lainnya dapat naik dan turun puluhan hingga ratusan persen tanpa batas. Trader atau pemberi modal bisa jadi kemarin mengalami kemujuran, dan hari ini mengalami kesialan dampak jual-beli aset kripto.

Karena Ada Badan Otoritas

Mata uang kripto hadir dikarenakan teknologi blockchain yang memunggkinkan kita bertransaksi secara otomatis. Sebab segala transaksi telah dikendalikan oleh sistemnya, tak ada lagi otoritas atau campur tangan manusia. Mempunyai artinya, telah tak ada perlindungan investor atau nasabah, tak ada yang akan memperdengarkan keluhan jikalau terjadi sesuatu hal yang buruk dengan aset crypto.

Sebab  Fundamental

Meski disebut sebagai uang (koin), kripto bukan mata uang yang mempunyai fundamental seperti situasi perekonomian suatu negara, data makroekonomi, dan suku bunga referensi.

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.