Cara Investasi Reksadana Terbaik agar Hasil Maksimal untuk Pemula

Cara Investasi Reksadana Terbaik agar Hasil Maksimal untuk Pemula

Lens Inc – Bagi mereka yang masih awam tentang investasi, ketika disodorkan pilihan, menabung di celengan atau investasi, jawabannya sudah bisa ditebak. Pasti mereka memilih menabung di celengan, padahal investasi lebih menggiurkan, misalnya investasi reksadana.

Nah, untuk kamu yang ingin mengenal lebih dekat investasi keuangan yang satu ini, kamu bisa simak pembahasan berikut. Seperti pepatah, tak kenal, maka tak sayang, sebelum memutuskan untuk beralih ke investasi, baiknya kamu kenali lebih dekat dulu.

Apa Itu Investasi Reksadana

Singkatnya, investasi itu, saat kamu menyimpan sejumlah modal dalam suatu proyek, dengan harapan dan tujuan akan mendapatkan keuntungan di hari kelak. Jadi, saat kamu menanamkan modal, kamu tidak langsung mendapatkan keuntungan.

Namun, keuntungan akan kamu dapatkan di hari kelak. Singkatnya, modal yang kamu tanam pada suatu proyek, untuk menghasilkan keuntungan, membutuhkan sedikit waktu, tidak instan. Penanam modal atau orang yang melakukan investasi, disebut investor.

Kembali ke inti. Jadi, sebenarnya apa itu investasi reksadana? Investasi reksadana adalah investasi produk yang berbentuk kumpulan dana. Dana yang ada, nantinya akan dikelola sebagai modal dalam melakukan investasi dan akan dikonversikan ke berbagai produk.

Produk yang dimaksud dalam investasi reksadana misalnya saham, obligasi, deposito, dan instrumen keuangan lain yang non rill atau tidak terlihat. 

Jenis Reksadana

Reksadana sebagai investasi keuangan, punya beberapa jenis. Ini bisa dilihat sebagai suatu hal positif, bagi kamu yang masih pemula atau dalam hal ini adalah seorang investor pemula.

Kamu bisa mencoba beberapa jenis reksadana berikut, kemudian tentukan yang mana yang sesuai dengan kemampuan dan skill kamu dalam berinvestasi. Apa-apa saja jenisnya? Berikut adalah pembahasannya.

1. Reksadana Pasar Uang

Kalau kamu ingin berinvestasi dalam jangka waktu yang tidak sampai satu tahun, maka kamu dapat mencoba investasi reksadana pasar uang. Jenis investasi ini, jangka waktunya kurang dari setahun, selain itu, keuntungan yang kamu dapat, akan lebih pasti.

Lebih pasti maksudnya, resiko kerugian yang kamu terima dari investasi reksadana jenis pasar uang, relatif kecil bahkan tidak ada kerugian sama sekali. Namun, kamu harus sabar dalam berinvestasi jenis pasar uang ini karena keuntungan yang kamu dapat akan relatif kecil.

Namanya juga main aman, pasti tidak ada hal besar yang bisa diperbuat. Nah, untuk investasi reksadana pasar uang ini, contohnya seperti Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito menggunakan jangka waktu, dan lain sebagainya.

2. Reksadana Saham

Berbanding terbalik dengan reksadana pasar uang, kalau kamu ingin berinvestasi untuk mendapatkan keuntungan yang lumayan tinggi, reksadana saham adalah jawabannya. Dana kamu, akan dikelola oleh Manager Investasi (MI) untuk kemudian ditempatkan di portofolio saham yang jumlahnya kurang lebih 80%.

Hanya saja, reksadana saham ini, cukup beresiko karena sifat sahamnya yang bersifat berfluktuasi atau turun naik. Ada kalanya naik dan ada turunnya juga. Kalau harga saham naik, kamu akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Begitu juga sebaliknya, kalau harga saham turun, kamu tidak mendapatkan apa-apa, malah kamu mengalami kerugian.

Itulah mengapa, reksadana saham ini, dikatakan sebagai jenis reksadana yang cukup beresiko. Kamu harus punya strategi yang tepat untuk memainkan investasi jenis yang satu ini.

3. Reksadana Pendapatan Tetap

Jenis reksadana selanjutnya adalah reksadana pendapatan tetap. Sebenarnya, reksadana yang satu ini, tidak punya perbedaan yang signifikan dengan jenis pasar saham. Bedanya itu, cuman di penempatan. Kalau investasi pasar saham ditempat pada surat-surat berharga, berbeda dengan investasi pendapatan tetap yang penempatannya pada surat hutang.

Contoh surat hutang misalnya SUN (Surat Utang Negara), Sukuk, dan obligasi yang nilainya kurang lebih 80%. Untuk keuntungan sendiri, investasi jenis ini juga relatif kecil keuntungannya, tetapi resikonya rendah.

4. Reksadana Campuran

Jenis reksadana yang terakhir adalah campuran. Ya, sesuai dengan namanya, dalam memainkan investasi jenis satu ini, dapat digabungkan. Penggabungannya, bisa antara saham dan obligasi, atau yang lainnya.

Nah, bagaimana? Apakah kamu sudah memutuskan akan menggunakan investasi reksadana jenis apa? Kalau sudah, kamu pasti akan langsung bertanya dalam benakmu. Sebenarnya, cara membeli reksadana itu bagaimana? 

Cara Membeli Reksadana

Cara belinya sebenarnya cukup mudah. Ada dua metoda yang bisa kamu lakukan yakni dengan membeli secara offline atau secara online.

Cara membeli reksadana secara offline kamu cukup mendatangi secara langsung kantor cabang sekuritas yang menyediakan investasi reksadana, misalnya di bank IPOTFUND, dan kantor-kantor lainnya.

Adapun cara membeli reksadana secara online, kamu perlu mencari marketplace penyedia reksadana. Saat ini marketplace penyedia sudah ada banyak. Kamu tinggal pilih dan usahakan pilih yang terpercaya dan bukan abal-abal.

Kalau sudah punya reksadana, langkah selanjutnya ya tinggal belajar strategi investasi reksadana agar kamu mendapatkan keuntungan, perlukan strategi yang tepat. 

Strategi Investasi Reksadana

Strategi investasi reksadana yang paling dasar dan harus diketahui oleh para investor pemula adalah untuk senantiasa sabar, tidak terburu-buru. Investasi butuhkan waktu untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Kalau tidak sabar, bukannya untung, kamu malah merugi.

Investor pemula juga perlu pandai analisis keadaan. Seperti keadaan saat ini yang sedang krisis ekonomi karena dampak Covid 19. Investor harus pandai melihat sesuatu dan mengambil keuntungan di atasnya.

Kamu juga bisa menggunakan skema 30-30-40. 30% dana ekuitas atau dana yang kamu dapatkan dari hasil investasi, 30% fixed income fund atau dana pendapatan tetap, dan 40% lagi money market atau pasar uang.

Semuanya harus dibagi rata dan sesuai dengan takarannya. Strategi investasi reksadana ini membantu kamu, agar dalam berinvestasi lebih terstruktur.

Keunggulan Untuk Investasi Reksadana

Kamu yang masih ragu untuk memulai investasi, bisa melihat beberapa keunggulan untuk investasi reksadana. Ada banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan dari melakukan atau memulai untuk berinvestasi.

Misalnya, bisa berinvestasi dengan modal minim, sampai keunggulan lainnya yang tak kalah menarik. Penjelasan lebih lengkapnya berikut ini.

1. Efisien

Keuntungan yang pertama sudah tentu efisien. Efisien yang dimaksud di sini adalah efisien dari segi waktu. Pasalnya, dana yang kamu punya akan di kelola oleh Manager Investasi, kamu tinggal pantau saja secara online.

2. Pilihan yang Beragam

Investasi reksadana punya beragam pilihan. Ini juga sebagai suatu keuntungan karena kamu tentu akan bebas memilih melakukan investasi di jenis apa.

3. Bisa Investasi, Walau Modal Minim

Keunggulan untuk investasi reksadana yang terakhir, kamu bisa investasi, walau dana yang kamu gunakan minim. Ini sangat cocok untuk kamu yang ingin coba-coba dulu. Nah, itulah tadi pembahasan seputar investasi reksadana bagi pemula. Investasi memang cukup menggiurkan. Di zaman sekarang, kamu sudah harus melek tentang keuangan. Jangan sampai kamu masih buta, kamu akan tertinggal dengan kebanyakan orang lainnya.