Harus Tau! Sebelum Kamu Deposit Uang

Harus Tau! Sebelum Kamu Deposito Uang

Lens Inc – Ketika Anda melakukan transaksi di bank, tentu Anda pernah atau bahkan sering mendengar kata deposito. Namun tahukah Anda apa itu deposito? Ternyata deposito uang ini bisa Anda jadikan sebagai salah satu investasi yang aman dan juga terpercaya. 

Oleh karena itulah banyak orang yang menjadikan deposito ini alternatif tabungan yang cukup ideal untuk memenuhi tujuan finansial. Selain aman, bunga deposito relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan tabungan biasa di bank. 

Namun jika dibandingkan dengan instrumen investasi lain, keuntungan yang dihasilkan oleh deposito tergolong kecil. Namun hal ini sepadan dengan resiko deposito yang rendah dan jarang sekali merugikan para penggunanya. Jadi keuntungan ini sebanding dengan risiko yang ditawarkan investasi deposito. 

Pengertian Deposito

Deposito adalah salah satu produk simpanan yang disediakan oleh bank untuk para nasabahnya. Meskipun sama-sama produk simpanan, namun deposito ini beda dengan tabungan biasa. Deposito ini adalah sebuah bentuk investasi yang ditawarkan oleh pihak bank kepada nasabahnya. 

Investasi deposito adalah jenis transaksi yang melibatkan transfer uang dari nasabah ke pihak bank untuk diamankan. Simpanan pada deposito ini bisa mengacu pada sebagian uang untuk jaminan maupun jaminan untuk barang. 

Contohnya Anda mempunyai sejumlah uang, kemudian Anda ingin menyimpan uang tersebut di bank dengan tujuan keamanan dan juga kenyamanan. Maka, uang yang Anda simpan tersebut bisa dikatakan sebagai deposito. Namun ada juga pengertian deposito lain menurut Deposit Insurance and Bank Liquidity, yaitu:

Pengertian pertama, deposito adalah simpanan yang melibatkan transfer dana ke pihak lain dengan tujuan keamanan, dalam hal ini adalah nasabah ke bank nya. Jika kita melihat penjelasan ini, maka uang yang di transfer akan disimpan di bank dalam bentuk kredit union. 

Uang yang Anda simpan tersebut masih menjadi milik Anda dan bisa Anda tarik kapan pun, menggunakannya untuk membeli barang, dan masih bisa untuk transfer ke orang lain. 

Sedangkan arti yang kedua, deposito mengacu pada kapan sebagian dana tersebut digunakan sebagai jaminan untuk pengiriman barang. Hal ini karena beberapa kontrak deposito membutuhkan dana yang harus dibayarkan sebelum pengiriman dilakukan sebagai itikad baik.

Contohnya, sebuah perusahaan meminta pedagang untuk menyetorkan margin awal supaya bisa masuk ke kontrak berjangka yang baru. Deposito ini aman dan terpercaya karena legalitas dan penjamin deposito sudah tertuang dalam Undang-Undang No.24 Tahun 2004 mengenai Lembaga Penjamin Simpanan. 

Jenis-Jenis Deposito

Setelah Anda memahami tentang pengertian deposito, selanjutnya Anda juga harus tahu jenis-jenis deposito. Secara umum, ada tiga jenis deposito di Indonesia sampai artikel ini dibuat. Berikut penjelasan tentang ketiga jenis deposito tersebut.

1. Deposito Berjangka

Yang dimaksud deposito berjangka adalah jenis deposito yang memiliki jangka waktu tertentu. Penarikan deposit pada jenis ini hanya bisa dilakukan apabila sudah melewati jangka waktu tertentu yang telah disepakati. Jangka waktu yang tersedia mulai dari 1 bulan sampai dengan 24 bulan. 

Deposito berjangka ini diterbitkan atas nama perorangan ataupun lembaga. Pihak yang tertera pada bilyet inilah yang bisa mencairkan atau mengambil deposito yang sudah Anda simpan. Deposito jenis ini bisa Anda cairkan secara kredit maupun langsung ke bank. Pencairan tersebut dikurangi dengan sejumlah pajak yang harus nasabah tanggung.

2. Sertifikat Deposito

Jenis deposito yang kedua adalah sertifikat deposito. Sebenarnya sertifikat deposito ini mirip seperti deposito berjangka yang mempunyai jangka waktu tertentu. Bedanya, sertifikat deposito diterbitkan dalam bentuk sertifikat.  

Sertifikat ini tidak mengacu pada lembaga tertentu ataupun perseorangan. Pencairan bunga pada sertifikat deposito bisa dilakukan kapan di tiga waktu. Anda bisa mencairkannya di awal, atau setiap bulan, dan ketika jatuh tempo. 

3. Deposito On Call

Jenis deposito yang terakhir adalah deposito on call, jenis deposito ini berbeda dengan dua jenis deposito sebelumnya. Deposito on call mempunyai jangka waktu yang singkat, yaitu minimal cuma 7 hari saja, kurang dari 1 bulan. 

Namun, minimal uang yang harus Anda depositkan atau setorkan cukup besar, yaitu minimal Rp50 juta atau bahkan Rp100 juta tergantung dari ketentuan yang ditetapkan oleh bank nasabah. Bunga yang bisa Anda dapatkan dari deposito jenis ini bisa Anda hitung berdasarkan negosiasi yang Anda lakukan bersama dengan pihak bank. 

Keuntungan Deposito

Investasi deposito ini mempunyai banyak sekali keuntungan dan juga kelebihan jika dibandingkan menabung biasa di bank. Salah keunggulan deposito adalah bunga deposito yang lebih tinggi dan juga kompetitif dibandingkan dengan tabungan biasa. 

Selain itu, legalitas dan penjamin deposito ini sudah dijamin oleh LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan, jadi investasi deposito terjamin aman dan minim dengan risiko. Resiko deposito tergolong minim dan sedikit sekali orang yang rugi karena investasi deposito. 

LPS menjamin dana sampai dengan 2 Miliar untuk setiap nasabah dengan suku bunga sampai dengan 7,5% untuk setiap bank jika bank tempat Anda menyimpan deposito mengalami bangkrut. Salah satu cara deposito yang aman adalah dengan memastikan bank tempat Anda menyimpan deposito sudah terdaftar dalam LPS supaya deposito Anda memperoleh jaminan tersebut. 

Selain itu, untuk bisa mendepostikan dana syarat dan ketentuannya juga cukup mudah. Hal ini juga yang menjadikan investasi deposito cukup populer untuk Anda yang ingin menyimpan dana dalam waktu tertentu dan mendapatkan untung lebih banyak dibanding tabungan biasa.

Nah setelah Anda mengetahui jenis-jenis deposito, selanjutnya kami akan menjelaskan beberapa tips memilih deposito supaya uang Anda aman. Cara deposito uang yang aman berikut ini harus Anda perhatikan dan pahami dengan baik. 

Tips Memilih Deposito

Sebelum ada mulai mendepositkan uang Anda ke bank, ada baiknya Anda mempertimbangkan beberapa hal terlebih dahulu sebelum menentukan bank mana yang akan Anda gunakan untuk menyimpan uang deposit tersebut. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda gunakan ketika memilih bank untuk deposito:

1. Perhatikan Reputasi Bank

Ketika memilih bank untuk melakukan investasi berupa deposito, pastikan bank tersebut memiliki reputasi yang baik dan dipercaya banyak nasabah. Pastikan juga bank tersebut memenuhi standar kualifikasi yang ditetapkan Bank Indonesia. Selain itu, pastikan keuangan bank tersebut dalam kondisi yang baik supaya risiko semakin kecil. 

2. Perhatikan Suku Bunga

Selanjutnya, Anda juga harus memerhatikan suku bunga yang ditawarkan oleh pihak bank. Pastikan suku bunga yang ditawarkan masih dalam batas yang dijamin oleh LPS, yaitu paling besar 7,5%. Apabila terdapat bank yang menawarkan bunga lebih tinggi dari itu, Anda patut curiga dan waspada dengan bank tersebut.

3. Memilih Bank Terpercaya

Setelah Anda mengetahui pengertian deposito beserta jenis-jenis serta keunggulannya. Selanjutnya Anda bisa memilih bank untuk melakukan deposito, pastikan bank tersebut terpercaya dan sudah terdaftar serta di bawah pengawasan OJK. Ada banyak bank yang bisa Anda pilih untuk melakukan deposito, contohnya Bank BRI, CIMB Niaga, Mandiri, dan masih banyak lagi.